SEJARAH & SERBA SERBI KOTA MEDAN

SEJARAH & SERBA SERBI KOTA MEDAN

SEJARAH & SERBA SERBI KOTA MEDAN

Kota medan adalah ibukota propinsi Sumatera Utara, kota terbesar di pulau Sumatera dan merupakan kota nomor empat dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Kata Medan berasal dari kata bahasa Melayu, yang berarti tanah lapang atau tempat yang luas. Secara resmi Hari jadi Kota Medan diperingati tiap 1 Juli. Pada zaman dahulu Kota Medan ini dikenal dengan nama Tanah Deli dan keadaan tanahnya berawa-rawa kurang lebih seluas 4000 Ha. Beberapa sungai melintasi Kota Medan ini dan semuanya bermuara ke Selat Malaka. Sungai-sungai itu adalah Sei Deli, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Denai, Sei Putih, Sei Badra, Sei Belawan dan Sei Sulang Saling/Sei Kera.

Pada mulanya yang membuka perkampungan Medan adalah Guru Patimpus lokasinya terletak di Tanah Deli, maka sejak zaman penjajahan orang selalu merangkaikan Medan dengan Deli (Medan–Deli). Setelah zaman kemerdekaan lama kelamaan istilah Medan Deli secara berangsur-angsur lenyap sehingga akhirnya kurang popular.

Menurut Volker pada tahun 1860 Medan masih merupakan hutan rimba dan disana sini terutama dimuara-muara sungai diselingi pemukiman-pemukiman penduduk yang berasal dari Karo dan semenanjung Malaya. Pada tahun 1863 orang-orang Belanda mulai membuka kebun Tembakau di Deli yang sempat menjadi primadona Tanah Deli. Sejak itu perekonomian terus berkembang sehingga Medan menjadi Kota pusat pemerintahan dan perekonomian di Sumatera Utara.

 

Kependudukan dan demografi

Kota medan saat ini dihuni lebih dari 2,210.524 jiwa penduduk (data BPS 2015). Kota Medan memiliki luas 26.510 hektare (265,10 km²) atau 3,6% dari keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30' – 3° 43' Lintang Utara dan 98° 35' - 98° 44' Bujur Timur.

 

Pemerintahan

Kota Medan saat ini dipimpin oleh Dzulmi Eldin sebagai Walikota dan Akhyar Nasution sebagai Wakil Walikota untuk periode 2016 s/d 2021. Wilayah Kota Medan dibagi menjadi 21 kecamatan dan 151 kelurahan. Semboyan/Slogan Walikota dan Wakil Walikota Medan "Medan Rumah Kita" dengan Visi"Menjadi Kota Masa Depan yang Multikultural, Berdaya Saing, Humanis, Sejahtera dan Religius"

Data kecamatan Kota Medan

  1. Medan Tuntungan
  2. Medan Johor
  3. Medan Amplas
  4. Medan Denai
  5. Medan Area
  6. Medan Kota
  7. Medan Maimun
  8. Medan Polonia
  9. Medan Baru
  10. Medan Selayang
  11. Medan Sunggal
  12. Medan Helvetia
  13. Medan Petisah
  14. Medan Barat
  15. Medan Timur
  16. Medan Perjuangan
  17. Medan Tembung
  18. Medan Deli
  19. Medan Labuhan
  20. Medan Marelan
  21. Medan Belawan

Lambang Kota Medan

 

  • 17 biji padi berarti tanggal 17 hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
  • 8 bunga kapas berati bulan 8 dari tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
  • 4 tiang dan 5 bahagian dari perisai berarti tahun 45 dari Proklamasi Indonesia.
  • Satu bambu runcing yang terletak dibelakang perisai adalah lambang perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia, dan lima bahan-bahan pokok yang terpenting dihadapan bambu runcing berarti Kemakmuran serta Keadilan Sosial yang merata ada dihadapan kita.
  • Bintang yang bersinar lima adalah Bintang Nasional yang berarti bahwa hidup penduduk Kota Medan khususnya dan Indonesia umumnya akan bersinar-sinar bahagia dan lepas dari kemiskinan dan kemelaratan.
  • Lima sinar bintang berarti lima bahan pokok terpenting yang diekspor dari Kota Medan
  • Lima bagian perisasi berarti Pancasila yang menjadi Dasar Negara Republik Indonesia.

FOTO FOTO KOTA MEDAN TEMPO DOELOE

Istana Maimoon

Kesawan

Kesawan

Tirtanadi

Editor      : Enjoymedan

Source    : pemko medan; google

 

 

Posted on 2016-08-06 0 1765

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Blog archives

Blog categories

Latest Comments

Blog search

Prev
Next